"Pengemis Cinta"
Aku, iyah! inilah
"aku" orang yang hanya bisa pura-pura baik-baik saja dan mengaku bisa
menerima, tapi apa! sekalipun kita bisa menerima tetapi juga itu akan sia-sia
karena dia masih berharap bisa menciptakan alat pembuka lorong waktu untuk
kembali ke masa-masa dimana janji-janji itu terucap, kata manis selalu
diharapkan, tanpa berpikir kehidupan yang sesungguhnya memiliki banyak rasa
bukan hanya satu rasa manis, tanpa berpikir janji-jani itu terucap di saat
bunga-bunga memekar di antara dua hati sepasang insan yang sedang di hantam
badai asmara.
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata pengemis berasal
dari kata “emis” ditambah awalan “peng” menjadi pengemis, artinya orang yang
meminta-minta. sedangkan "CINTA". Cinta itu adalah perasaan
seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang
dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain). Namun
diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan,
haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya,
tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka maupun duka bersama.
Seperti kedua pengertian di
atas demikian lah diriku yang sekarang mengemis perasaan orang lain. beberapa
kali berpikir apakah aku hadir di tempat ini bertemu sosok wanita yang sampai
sekarang ini masih sebagai objek untuk mengemis cintanya. dari kesempatan yang
sekecil biji wijen sampai harapan yang akhirnya direnggut dariku sampai
sekarang tak memiliki jaminan apa-apa untuk aku bertahan terus, mengemis
terus-menerus, mempermalukan diri sendiri hingga benar-benar hancur,
seakan-akan tak punya harga lagi diri ini dipandangannya. apakah pengemis itu
akan selamanya dia menjadi pengemis? bagaimana bisa aku mengharapkan hujan
turun sedangkan dia mengharapkan mentari kembali bersinar sekalipun mendung
mengundang gerimis. hari demi hari berganti perhatian demi perhatian kuciptakan
tapi tak juga bisa mengetuk dinding saraf cintanya. usaha demi usaha kulakukan
melebihi rutinitas seorang manusia, terkadang lebih penting bertanya atau
mencari tau kabar dia, dari pada berpikir untuk rasa lapar. terkadang rasa
nyaman timbul saat kita berusaha membangun komunikasi walaupun kadangkala tak
di anggap dibanding aku harus tidur dengan hati yang terasa tak nyaman.
hari-hari ku lewati ingin ku menatap lama raut wajahnya namun hati tak sanggup
karena itu hanya lebih menyakiti diri sendiri. tetapi juga aku tak bisa
memalingkan pandanganku dari dia, hingga ku dapati cara jitu yang selalu ku
lakukan hanyalah memandang dia dari cela-cela dinding, yang bisa menjamin bahwa
hanya aku yang bisa melihat dia dari kejauan sini.
Malam-malam panjang kuhabiskan
hanya dengan berpikir mengapa aku harus menjadi seorang pengemis cinta. apakah
karena aku malas, apakah karena aku seorang pengangguran, atau apakah ini
takdir kehidupan. terkadang aku berpikir apakah semua ini terjadi karena
pilihan aku sendiri? tapi hati kecilku berkata ingin ku teriak namun apa daya
aku hanya si kecil dari batinku sendiri yang hanya bisa berkata jika kamu
mencintai dia kamu harus bisa meluluhkan hatinya. dan ingat jangan memaksakan
cintanya untukmu. jika kamu mencintai dia kamu harus siap kapanpun bisa
merelakan dia memilih orang lain atau suatu hari nanti dia bisa menyelesaikan
alat penjelajah waktu yang akan membawah dia ke masa di mana dia telah
berkomitmen dengan orang yang pertama menemukan hatinya yang tersesat. kamu
juga harus bisa menerima bahwa dia tidak mencintai kamu seperti perasaanmu
selama ini yang sangat-sangat salah menganggap bahwa dia memiliki perasaan itu
juga walau hanya setitik saja. created PC. dear dmp
Tidak ada komentar:
Posting Komentar